2 Mei Memperingati H...

Setiap 2 Mei, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasioanal atau juga...


Selengkapnya...

JURUSAN KOMPUTER DAN...

DNA (Device – Network – Application) adalah sebuah program ekosistem...


Selengkapnya...

Latihan Dasar Kepemi...

Latihan Dasar Kepemimpinan / LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang...


Selengkapnya...

PEMOTONGAN TUMPENG H...

Perhelatan prosesi ulang tahun SMK Nasional yang ke 42 selain...


Selengkapnya...

PENGUMUMAN DAN PERPI...

Secara serentak pegumuman kelulusan SMK telah dilaksanakan Kamis 3...


Selengkapnya...

PENIILAIAN TINDAKAN ...

PENILAIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Pemateri : bpk.sugiyanto PENGERTIAN : pengamatan dan...


Selengkapnya...

PENYERAHAN BANTUAN A...

PT. TVS MOTOR COMPANY INDONESIA merupakan bagian dari TVS Motor...


Selengkapnya...

PENYERAHAN BANTUAN A...

PT Astra Daihatsu Motor atau biasa disingkat dengan ADM adalah...


Selengkapnya...

Smk Nasional Berbah ...

Apa itu Sekolah Siaga Bencana? Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan ...


Selengkapnya...
12345678910
Headline
Jun
01

Tips dan Trik Cara Memperbaiki Karburator Sepeda Motor Sendiri

indexKarburator merupakan salah satu komponen terpenting pada setiap kendaraan baik itu mobil atau motor, bila karburator mengalami kerusakan,penyetelan yang tidak tepat, atau kotor. Maka laju kendaraan akan terganggu. Fungsi Karburator yaitu untuk mengatur perbandingan campuran bahan kabar dengan udara
Beberapa pemilik sepeda motor mengaku kerap menghadapi persoalan meski sebelumnya kendaraan mereka sehat walafiat. Begitu pun dengan bahan bakar, tak pernah terlambat mengisinya.
 
Beberapa keluhan yang kerap terlontar adalah saat stasioner putaran mesin per menit (RPM) tidak stabil. Walhasil, saat motor dipanaskan atau dalam posisi diam dan pengendara tidak menarik tuas gas tiba-tiba suara mesin keras. Tak berapa lama kemudian kembali melemah. Begitu seterusnya.
Lantas apa saja permasalahan di karburator yang bisa menyebabkan permasalahan.  Bagaimana cara mengatasinya?
 
1. Mesin tersendat saat stasioner
 
Permasalahan ini terjadi karena campuran bahan bakar yang ada di venture (lubang karburator) dengan udara tidak cukup banyak dan seimbang. Walhasil, proses pembakaran juga tidak akan sempurna.
 
Bila pembakaran tidak sempurna, maka hentakan tenaga untuk mendorong piston yang akan menggerakkan motor juga lemah. Akibatnya, mesin tersendat-sendat atau istilah awamnya mbrebet.
 
Menurut Sutjiadi, cara mengatasi permasalahan ini cukup mudah. Pertama putar setelan sekrup udara searah jarum jam atau arah menutup. Hal itu dimaksudkan untuk memperbanyak campuran udara dengan bahan bakar.
 
Kedua, pindah posisi pilot jet ke tingkat yang lebih besar. Ketiga, ganti jarum skep atau throttle dengan jarum yang berdiameter lebih kecil. Hal itu dimaksudkan agar campuran udara dan bahan bakar di venturi yang akan disemburkan ke ruang bakar mesin lebih besar.
 
2. Tarikan lemah
 
Kondisi ini persis seperti masalah nomor satu, yaitu campuran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna seperti ukuran ideal yang ditetapkan oleh ahli dari pabrikan. Untuk mengatasinya, cukup mengganti main jet dengan ukuran yang lebih besar.
 
“Itu terjadi karena asupan bahan bakar tidak sesuai dengan standar atau istilahnya kering,” kata Sutjiadi.
 
3. Motor terlalu banyak menghasilkan asap hitam
 
Umumnya para mekanik di bengkel menyebut masalah ini dengan istilah karburator terlalu basah. Artinya, asupan bahan bakar ke lubang venturi terlalu berlebih dari takaran seharusnya. Sebaliknya udara yang masuk terlalu sedikit http://viagraindian.com/viagra-cialis-over-the-counter/.
 
Untuk mengatasinya, lakukan beberapa langkah. Pertama, putar sekrup setelan udara keluar atau ke arah melepas. Hal itu dimaksudkan untuk memperbanyak udara di venturi. Kedua, ganti pilot jet ke nomor yang lebih kecil. Ketiga, ganti jarum skep (throttle) dengan jarum yang berukuran lebih besar.
 
4. Mesin mengambang atau putaran mesin (RPM) lemah
 
Sering terjadi, saat pengendara motor telah menarik tuas gas hingga seperempat dari ukuran seharusnya putaran mesin ternyata ogah-ogahan beranjak naik. Sehingga, motor seperti sulit untuk dijalankan.
 
Kondisi seperti itu bisa terjadi karena bahan bakar yang masuk ke lubang venture karburator tidak sebanyak dari takaran yang dirancang oleh para ahli di pabrikan. Sebaliknya asupan udara yang lebih banyak. “Istilah bengkel, karburator terlalu kering,” terang Sutjiadi.
 
Cara untuk mengatasi masalah ini ada dua langkah yang harus ditempuh. Pertama, gunakan jarum skep (throttle) yang berukuran lebih kecil. Hal itu dimaksudkan agar campuran udara dan bahan bakar lebih banyak.
 
Kedua, putar skep setelan udara ke arah jarum jam atau mengencanginya sehingga udara yang masuk ke venture akan ditekan kuat ke arah ruang bakar. “Campuran udara dan bahan bakar yang telah seimbang dan didorong dengan kuat, akan menjadikan proses pembakaran lebih sempurna,” terang Sutjiadi.
 
5. Kecepatan motor sulit bertambah dan tenaga mesin datar
 
Bila menemui kondisi seperti itu, berarti campuran udara dan bahan bakar di karburator terlalu banyak atau melebihi takaran yang semestinya. Biasanya para mekanik menyebutnya banjir.
 
Cara untuk mengatasinya, lepas karburator dan setel jarum pencampuran udara dan bahan bakar. Agar pencampuran udara dan bahan bakar sempurna gunakan main jet berukuran kecil. Jangan lupa lepas busi dan bersihkan bagian kepalanya. Bila perlu setel jarak antara pemantik busi dengan sumbu agar proses pengapian sempurna.
 
Itulah beberapa tips mengatasi permasalahan yang kerap terjadi di karburator motor. Semoga bermanfaat.
 
sumber : www.caramengatasi.net

Read more:  http://bee4bisnis.blogspot.com/2012/12/tips-dan-trik-cara-memperbaiki.html#ixzz2UzrupnZm

May
29

Latihan Dasar Kepemimpinan Di Smk Nasional Berbah

pelatihan-osisLatihan Dasar Kepemimpinan / LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan ini biasanya yang diberikan oleh Pengurus OSIS lama kepada calon Pengurus OSIS baru,

baik untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas (untuk LDK tingkat sekolah menengah). Pelatihan dasar yang diberikan ini bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan kepada Pengurus OSIS baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan OSIS dari sekolah yang bersangkutan.

LDK biasanya diberikan dalam 2 bagian yaitu LDK Fisik dan LDK Mental. Pemberian materi dari kedua jenis LDK ini biasanya diberikan di waktu dan tempat yang berbeda. Untuk LDK Mental, yang menjadi pemberi materi bukanlah lagi para Pengurus OSIS lama melainkan Dewan Guru, Pembina OSIS, Kepala Sekolah serta Guru  Psikologi dan Konseling dari sekolah yang bersangkutan, atau bisa juga dengan cara menyewa dari suatu Lembaga Psikologi Independen. LDK Fisik biasanya diberikan di sekolah dalam waktu 3-5 Hari penuh, sedangkan LDK Mental biasanya diberikan di luar sekolah dalam waktu 2-4 hari.

Pemberian materi kepemimpinan yang dibagi dalam beberapa sessi, seperti :

  •  Sessi Kepemimpinan : Penyuluhan mengenai karakter pemimpin yang benar.
  • Sessi Komunikasi : Penyuluhan mengenai cara-cara berkomunikasi yang benar sebagai layaknya seorang pemimpin.
  • Sessi Problem Solving / Challange - Proses manajemen konflik : Penyuluhan mengenai cara-cara seorang pemimpin memecahkan masalah secara efektif dan benar.
  •  Sessi Dinamika Kelompok : Berupa permainan.

Pelantikan

Para Pengurus OSIS SMK NASIONAL BERBAH  yang telah dilantik (ditandai dengan membawa bendera)

Setelah seluruh calon Pengurus OSIS baru mengikuti kedua LDK ini, sesegera mungkin atau paling lambat 2 minggu setelahnya mereka akan dilantik menjadi Pengurus OSIS resmi. Pelantikan ini dilakukan oleh Pengurus OSIS lama dan disahkan oleh Kepala Sekolah. Pelantikan dan Pengesahan ini disaksikan oleh seluruh Dewan Guru dan Siswa/i sekolah yang bersangkutan dan dilaksanakan dalam sebuah upacara besar yaitu Upacara Pelantikan Pengurus OSIS baru.

Foto Terkait

{AG}Dokumentasi_Foto/Pelantikan_OSIS{/AG}

May
29

Smk Nasional Berbah Menjadi Sekolah Siaga Bencana

SMK Nasional Berbah Menjadi Sekolah Siaga BencanaApa itu Sekolah Siaga Bencana?

Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan  upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat maupun setelah bencana terjadi.

Apa Tujuan Membangun Sekolah Siaga Bencana (SSB)?

  • Membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana;
  •  Meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah;
  •  Menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan ke masyarakat luas melalui jalur pendidikan sekolah.

Apa Indikator Sekolah Siaga Bencana (SSB) itu?

  •  Indikator untuk Parameter Pengetahuan dan Keterampilan
  •  Indikator untuk Parameter Kebijakan
  •  Indikator untuk Parameter Rencana Tanggab Darurat
  • Indikator untuk Parameter Mobilisasi Sumberdaya
  •  Pengetahuan mengenai jenis bahaya, sumber bahaya,  besaran bahaya dan dampak bahaya serta tanda-tanda   bahaya yang ada di lingkungan sekolah
  •  Akses bagi seluruh komponen sekolah untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan, pemahaman dan keterampilan   kesiagaan (materi acuan, ikut serta dalam pelatihan, musyawarah guru, pertemuan desa, jambore siswa, dsb.).
  •  Pengetahuan sejarah bencana yang pernah terjadi di lingkungan sekolah atau daerahnya
  •  Pengetahuan mengenai kerentanan dan kapasitas yang dimiliki di sekolah dan lingkungan sekitarnya.
  •  Pengetahuan upaya yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko bencana di sekolah.
  •  Keterampilan seluruh komponen sekolah dalam menjalankan rencana tanggap darurat
  •  Adanya kegiatan simulasi regular.
  •  Sosialisasi dan pelatihan kesiagaan kepada warga sekolah dan pemangku kepentingan sekolah.

Adanya kebijakan, kesepakatan, peraturan sekolah yang mendukung upaya kesiagaan di sekolah

  •  Adanya dokumen penilaian risiko bencana yang disusun bersama secara partisipatif dengan warga sekolah dan   pemangku kepentingan sekolah.
  • Adanya protokol komunikasi dan koordinasi
  •  Adanya Prosedur Tetap Kesiagaan Sekolah yang disepakati dan dilaksanakan oleh seluruh komponen sekolah
  •  Kesepakatan dan ketersediaan lokasi evakuasi/shelter terdekat dengan sekolah, disosialisasikan kepada seluruh   komponen sekolah dan orang tua siswa, masyarakat sekitar dan pemerintah daerah
  •  Dokumen penting sekolah digandakan dan tersimpan baik, agar dapat tetap ada, meskipun sekolah terkena bencana.
  •  Catatan informasi penting yang mudah digunakan seluruh komponen sekolah, seperti pertolongan darurat terdekat,  puskesmas/rumah sakit terdekat, dan aparat terkait.
  •  Adanya peta evakuasi sekolah, dengan tanda dan rambu yang terpasang, yang mudah dipahami oleh seluruh komponen   sekolah
  •  Akses terhadap informasi bahaya, baik dari tanda alam, informasi dari lingkungan, dan dari pihak berwenang  (pemerintah daerah dan BMG)
  • Penyiapan alat dan tanda bahaya yang disepakati dan dipahami seluruh komponen sekolah
  • Mekanisme penyebarluasan informasi peringatan bahaya di lingkungan sekolah
  • Pemahaman yang baik oleh seluruh komponen sekolah bagaimana bereaksi terhadap informasi peringatan bahaya
  • Adanya petugas yang bertanggungjawab dan berwenang mengoperasikan alat peringatan dini. Pemeliharaan alat    peringatan dini.
  • Adanya gugus siaga bencana sekolah termasuk perwakilan peserta didik.
  • Adanya perlengkapan dasar dan suplai kebutuhan dasar pasca bencana yang dapat segera dipenuhi, dan diakses oleh
  • komunitas sekolah, seperti alat pertolongan pertama serta evakuasi, obat-obatan, terpal, tenda dan sumber air bersih.
  • Pemantauan dan evaluasi partisipatif mengenai kesiagaan sekolah secara rutin (menguji atau melatih kesiagaan sekolah secara berkala).
  • Adanya kerjasama dengan pihak-pihak terkait penyelenggaraan penanggulangan bencana baik setempat (desa/kelurahan dan kecamatan) maupun dengan BPBD/Lembaga pemerintah yang bertanggung jawab terhadap koordinasi dan   penyelenggaraan penanggulangan bencana di kota/kabupaten.

Apa Syarat Minimal Menuju Sekolah Siaga Bencana (SSB)?

  •  Ada komitmen dari Kepala Sekolah dan komunitas sekolah.
  •  Ada dukungan dari Dinas Pendidikan diwilayahnya.
  •  Ada dukungan dari organisasi terkaitpengurangan risiko bencana.
  •  Melakukan penguatan kapasitas pengetahuandan keterampilan bagi guru dan siswa sekolah.
  •  Melakukan latihan berkala yang jelas dan terukur.
  •  Adanya keterlibatan dukungan menerus dari Dinas Pendidikan dan organisasi terkait PRB, termasuk dalam proses   pemantauan dan evaluasi sekolah.

SMK NASIONAL BERBAH Sudah diresmikan oleh bpk Bupati Sleman sebagai sekolah siaga bencana atau SSB, karena sudah memenuhi syarat – syarat yang ditentukan. SMK NASIONAL sebagi final projek sebagai sekolah yang siaga bencana dan  yang  sudah menyiapkan peserta didiknya untuk tanggap bencana atau mempersiapkan diri apa yang harus dilakukan disaat bencana terjadi. Disetiap sudut sekolah diberi petunjuk dimana siswa harus mengamankan diri jika tejadi bencana.


 

Sumber :  http://www.jogjatv.tv/berita/19/01/2013/smk-nasional-berbah-menjadi-sekolah-siaga-bencana

Untuk mengurangi resiko dari bencana alam yang terjadi di wilayah Sleman, Bupati Sleman Sri Purnomo, Sabtu (19/1) pagi melakukan pencanangan sekolah siaga bencana di SMK Nasional Berbah Sleman. Pencanangan ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya Bupati Sleman juga melakukan mencanangkan SMA Negeri 1 Cangkringan sebagai sekolah siaga bencana. Pencanangan  SMK Nasional Berbah, Sleman sebagai Sekolah Siaga Bencana ditandai dengan simulasi para siswa dalam memperagakan kepiawaian melakukan evakuasi saat terjadinya bencana gempa bumi.

Bupati Sleman Sri Purnomo, yang ditemui usai acara, mengatakan, SMK Nasional Berbah layak untuk menjadi sekolah siaga bencana. Sekolah tersebut mendapat apresiasi  karena telah menerapkan kurikulum lokal dengan pendidikan mitigasi Bencana  yang disesuaikan  dengan potensi bencana yang terjadi, yaitu bencana alam gempa bumi. Langkah ini diharapkan dapat ditiru sekolah  lain, mulai dari Jenjang SMP hingga SMA dan SMK di seluruh Kabupaten Sleman. Dengan telah dicanangkannya SMK Nasional Berbah sebagai sekolah siaga bencana, maka di Sleman kini terdapat dua sekolah yang menjadi sekolah siaga bencana. Yakni SMK Nasional Berbah sebagai sekolah siaga bencana gempa bumi,  dan SMA N 1  Cangrkingan sebagai sekolah siaga bencana erupsi Merapi.   

Menurut Kepala SMK Nasional Berbah, Dwi Ahmadi, kurikulum lokal berupa pendidikan  mitigasi bencana di sekolahnya  telah dimulai pada tahun ajaran 2012-2013 .   Pendidkan mitigasi bencana tersebut  diselipkan dalam pendidikan mata pelajan IPA dan Bahasa  Indonesia. Dalam mata pelajaran tersebut, para siswa mendapat pelatihan dan  dituntut untuk dapat mengatasi permasalahan jika bencana gempa bumi terjadi sebagai upaya pengurangan resiko bencana. SMK Nasional Berbah juga didukung dengan bangunan tahan gempa, serta peta evakuasi dan kentongan untuk menyampaikan pesan darurat bila gempa bumi terjadi.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Urip Bahagia, yang ditemui secara terpisah, mengatakan, pihaknya kini tengah mendorong seluruh pemilik bangunan fasilitas umum seperti sekolah untuk dapat memiliki sertifikasi  kontruksi bangunan tahan gempa. Verifikasi bangunan tahan gempa akan dilakukan para ahli, dan pengurusannya dapat dilakukan  di kantor BPBD  Sleman. Sertifikasi tersebut bertujuan untuk mendukung keamanan dan  kenyaman siswa  selama belajar di sekolah.

Foto terkait kegiatan 

{AG}Dokumentasi_Foto/Siaga_Bencana{/AG}

Artikel Terkait Lainnya

Informasi Penting

MITRA KAMPUS
ULTAH SMK Ke. 43
PPDB 2019/2019

klik video

YAYASAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI NASIONAL
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
SMK NASIONAL BERBAH

Read More

Sambutan Kepala Seko

image001Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq dan hidayahNya, sehingga pengembangan website SMK Nasional Berbah 

Read More

Kegiatan Siswa

Kewirausahaan klik

 Pramuka klik

Outbound klik

Read More

Login Dengan


Social Share

Online saat ini

We have 10 guests and no members online
cern edukasi.net psmk bse rumah belajar nisn nuptk kemendiknas