logo bottom

Headline

slide Kondisi dan daftar siswa

Kondisi Siswa

No

Kelas

Program Keahlian

Jumlah Kelas

Rata – Rata

siswa PerRombel

Keterangan

1

 

       

2

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

Kelulusan

Tahun Pelajaran
Jumlah Peserta
Jumlah Lulus
Persentase Kelulusan
L
P
JML
L
P
JML
2001/2002
             
2002/2003
             
2003/2004
             
2004/2005
             
2005/2006
             
2006/2007
 
           
2007/2008
             
2008/2009
             
2009/2010
             

Daftar Siswa Otomotif

kosong

Daftar Siswa Komputer

kosong

Daftar Siswa Mesin

kosong

Daftar Siswa Listrik

kosong

.

Organisasi Siswa Intra Sekolah

 {tab Dasar Hukum}

  • Tap MPR No. IV/MPR/1978

tentang Strategi Pembinaan dan Pengembangan generasi muda, untuk menyiapkan kader penerus perjuangan dan pembangunan bangsa, yang memiliki :

Keterampilan, Kepemimpinan, Kesegaran Jasmani, Daya Kreasi, Patriotisme, Idealisme, Kepribadian dan Budi Pekerti luhur

  • Kep.Mendikbud No. 323/U/1978

Pembinaan Generasi Muda diarahkan sejalan dengan cita-cita yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945

 

{tab Tentang Osis}

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Kebetulan sebagai WAKA Kesiswaan di SMK Nasional Berbah adalah Drs. Bambang Prasetya

Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

Latar belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.

Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:

  • Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
    1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
    2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
    3. mempertinggi budi pekerti,
    4. memperkuat kepribadian,
    5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.

Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.

Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.

Sumber : Wikipedia.org

{tab Tugas OSIS}

Tugas Pengurus OSIS

  1. Menyusun dan melaksanakan program kerja sesuai dengan AD/ART OSIS serta GBPK yang disusun MPK;
  2. Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan dan martabat sekolah;
  3. Kepemimpinan pengurus OSIS bersifat kolektif;
  4. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pembina OSIS, MPK dan tembusannya kepada Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya;
  5. Selalu berkonsultasi dengan pembina.

Ketua

  1. memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana;
  2. Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan;
  3. menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan  dan direncanakan oleh aparat kepengurusan;
  4. memimpin rapat;
  5. menetapkan kebijaksanaan dan mengambil  keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat;
  6. setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.

 Wakil Ketua

  1.  bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan;
  2.  memberikan saran kepada ketua dalam rangka
  3. mengambil keputusan;
  4. menggantikan ketua jika berhalangan;
  5. membentu ketua dalam melaksanakan tugasnya;
  6. bertanggung jawab kepada ketua;

Sekretaris

  1. memberi saran/masukan kepada ketua dalam  mengambil keputusan;
  2. mendampingi ketua dalam memimpin setiap rapat;
  3. menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat  serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan;
  4. menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan;
  5.  bersama ketua menandatangani setiap surat;
  6. bertanggung jawab atas tata tertib organisasi;
  7. bertindak sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada   wakil sekretaris.

Wakil Sekretaris

  1.  aktif membantu pelaksanaan tugas sekretaris;
  2. menggantikan sekretaris jika berhalangan;

Bendahara dan Wakil Bendahara

  1. bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan  pengeluaran uang/biaya yang diperlukan;
  2. membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan   / pengeluaran uang untuk pertanggung jawaban;
  3. bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan;
  4. menyampaikan laporan keuangan secara berkala.

 {tab Pengurus OSIS}

kosong

{/tabs}

 

Kurikulum

{tab Profile}

Kurikulum yang dipakai di SMK Nasional Berbah

  • Kurikulum 1994
  • Kurikulum 2004
  • Kurikulum 2006 (KTSP)

Sistem Pembelajaran SMK Nasional Berbah

  1. Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik
  2. Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan
  3. Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif Kendaraan Ringan
  4. Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan

Keempat Kompetensi Keahlian Menggunakan system blok semester  

Kegiatan Praktek

Kegiatan praktik dilaksanakan menjadi satu komplek dengan pembelajaran teori di kampus SMK Nasional Berbah dan dilengkapi peralatan yang cukup memadai.

 Penerapan Kurikulum

 1.        Program Normatif :

a.        Pendidikan Agama

b.       Pendidikan Kewarganegaraan

c.        Bahasa Indonesia

d.       Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan

e.       Seni Budaya

2.        Program Adaptif :

a.        Bahasa Inggris

b.       Matematika

c.        Ilmu Pengetahuan Alam

d.       Fisika

e.       Kimia

f.         Ilmu Pengetahuan Sosial

g.        KKPI

h.       Kewirausahaan

3.        Program Produktif :

a.        Dasar Kompetensi Kejuruan

b.       Kompetensi Kejuruan

4.        Muatan Lokal :

a.        Bahasa Jawa

b.       English Conversation

5.        Pengembangan Diri :

a.        Pramuka

b.       Jiu Jitsu

c.        Bola Volly

d.       Bola Basket

e.       Musik

f.         Desain Grafik

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar adalah 48 jam /minggu

Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan secara terencana, dan dilaksanakan setiap akhir Kompetensi

Nilai Kompetensi (lulus) jika :

Normatif & adaptif

:

75

Produktif

:

75

Dokumen evaluasi diantaranya adalah Skill Paspor yang memuat seluruh kompetensi yang ada, serta Rapor yang dibuat 2 kali dalam satu tahun dan memuat seluruh nilai normative, adaptif, produktif, dan muatan local

Sistem kenaikan kelas

Persyaratan kenaikan kelas sebagai berikut :
Kehadiran minimal 90%
Nilai Kepribadian dan Akhlak minimal “BAIK”
Semua nilai harus KKM = 75

 {tab Kaldik}

kosong

{tab Jadwal Pelajaran}

kosong

{tab Jadwal Ujuan}

kosong

{tab Jadwal UNAS}

kosong

{tab Walikelas}

kosong

{tab Kanit}

kosong

{/tabs}

 Profile Akademik secara Umum


{GoogleDoc docid="https://docs.google.com/file/d/0BxP8MBP9enTgU0d3MFRzQjh3RUk/preview?usp=drivesdk" type="doc" frameborder="0" width="850" height="700" }

Artikel Terkait Lainnya

Informasi Penting

MITRA KAMPUS
ULTAH SMK Ke. 43
PPDB 2019/2019

klik video

YAYASAN PENDIDIKAN TEKNOLOGI NASIONAL
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
SMK NASIONAL BERBAH

Read More

Sambutan Kepala Seko

image001Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq dan hidayahNya, sehingga pengembangan website SMK Nasional Berbah 

Read More

Kegiatan Siswa

Kewirausahaan klik

 Pramuka klik

Outbound klik

Read More

Login Dengan


Menu Terkait

cern edukasi.net psmk bse rumah belajar nisn nuptk kemendiknas